Thursday, October 23, 2014

Pengaruh Budaya, Politik dan Ekonomi terhadap bergeraknya Globalisasi



Sejak berakhirnya perang dingin, dunia telah dilanda oleh suatu arus perubahan yang bersifat global. Perubahan demi perubahan, akan terus berlanjut dalam abad 21. Pada mulanya wujud perubahan tersebut sangat nampak dalam perkembangan sistem informasi transportasi dengan fenomena dapat mempersingkat jarak dalam melakukan hubungan antar wilayah atau antar negara baik dalam arti ruang maupun waktu.

Globalisasi merupakan suatu perkembangan yang tidak bisa dihindari dan dicegah. Kemajuan-kemajuan di bidang teknologi komunikasi yang menghasilkan media yang canggih sehingga mempermudah terjadinya globalisasi. Teknologi informasi dan komunikasi telah menghubungkan manusia seluruh dunia menjadi satu sistem komunikasi. Teknologi telah memperlancar terbentuknya budaya dunia, yakni budaya yang dianut oleh seluruh umat manusia. Budaya tersebut bisa saja berasal salah satu bangsa atau ras. Namun proses globalisasi telah menjadikannya budaya semua orang diperkenalkan secara sistematis dan intensif ke seluruh pelosok dunia.

Globalisasi dalam arti literal adalah sebuah perubahan sosial, berupa bertambahnya keterkaitan di antara masyarakat dan elemen-elemennya yang terjadi akibat transkulturasi dan perkembangan teknologi di bidang transportasi dan komunikasi yang memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi internasional.

Globalisasi telah menimbulkan dampak yang sangat berarti dalam dimensi kehidupan manusia. Globalisasi merupakan proses internasionalisasi seluruh tatanan masyarakat modern. Pada awalnya ini hanya ada pada tataran ekonomi, namun dalam perkembangannya cenderung menunjukkan keragaman. Malcolm Waters mengemukakan bahwa ada 3 (tiga) dimensi proses globalisasi, yaitu: Globalisasi Ekonomi, Globalisasi Politik dan Globalisasi Budaya.

Dampak Globalisasi terhadap Sosial Budaya

Pasca jatuhnya kekuasaan orde baru yang kemudian berubah menjadi rezim yang disebut sebagai “era reformasi”, kondisi sosial-budaya masyarakat Indonesia cenderung mengalami krisis sosial yang mengarah pada disintegrasi. Krisis moneter dan ekonomi yang terjadi sejak akhir 1997, telah mengakibatkan munculya berbagai krisis lanjutan atau disebut “krisis multidimensi” yang mencakup krisis politik, kepercayaan, hukum, sosio-budaya dan sebagainya dalam kehidupan berbangsa dan negara. Salah satu krisis multidimensi dalam bidang sosial budaya, yaitu meluasnya berbagai modus disorientasi dan dislokasi pada banyak kalangan masyarakat kita. Misalnya, disintegrasi sosial-politik yang bersumber pada euforia kebebasan yang nyaris kebablasan; lenyapnya kesabaran sosial dalam menghadapi realitas kehidupan yang semakin sulit sehingga mudah mengamuk dan melakukan berbagai tindakan kekerasan dan anarki; merosotnya penghargaan dan kepatuhan terhadap hukum, etika, moral dan kesantunan sosial; semakin meluasnya penyebaran narkoba serta penyakit-penyakit sosial lain; berlanjutnya konflik dan kekerasan yang bernuansa politis, etnis dan agama, seperti yang pernah terjadi di berbagai wilayah Aceh, Kalimantan Barat dan Tengah, Maluku dan Sulawesi tengah. Beberapa indikasi yang dapat kita rasakan akibat pengaruh globalisasi sosial budaya, adalah sebagai berikut:
  • Disorientasi, dislokasi, atau krisis sosial-budaya di kalangan masyarakat yang merebak dengan kian meningkatnya penetrasi dan ekspansi budaya Barat khususnya Amerika yang semakin sulit dibendung.
  • Berbagai ekspresi sosial budaya “alien” (asing), yang sebenarnya tidak memiliki basis dan preseden kulturalnya, semakin menyebar di dalam masyarakat sehingga muncul kecenderungan-kecenderungan “gaya-hidup” baru yang tidak kondusif bagi kehidupan masyarakat dan bangsa.
  • Semakin merebaknya budaya “McDonald-isasi”, meluasnya budaya telenovela yang menyebarkan kepermisifan, kekerasan disasi, Valentine’s Day dan kini juga From’s Night di kalangan remaja. Meminjam ungkapan Edward Said, gejala itu tidak lain adalah neo cultural imperialism, menggantikan imperialisme klasik yang terkandung dalam orientalisme.

Dampak Globalisasi Dalam Bidang Politik

Ketika mendengar ungkapan “politik global” yang ada di benak kita adalah percaturan perebutan kekuasaan, hegemoni dan pengaruh global antara kekuatan-kekuatan besar di dunia. Percaturan tersebut kadang berupa proses politik yang melibatkan banyak negara, lembaga internasional dan kepentingan kelompok tertentu. Percaturan tersebut juga kadang terjadi dengan diwarnai pertempuran antara kekuatan militer yang menyimpan banyak kepentingan di belakangnya, seperti kita saksikan dalam pertempuran- pertempuran di Afghanistan dan Irak. Seperti sebuah negara, dunia global telah mempunyai dinamika politiknya sendiri.

Pengaruh globalisasi politik, menimbulkan begitu banyak kepentingan-kepentingan yang tidak lagi bisa dipenuhi kecuali melalui peran kekuatan global atau melibatkan unsur suprastate . Terkadang justru kepentingan sebuah negara sendiri tidak akan bisa terpenuhi kecuali dengan mengkondisikan eksternal sebagai support kepentingan domestik. Maka globalisasi politik tidak lain adalah pergulatan global dalam mewujudkan kepentingan para pelaku yang menjalankannya.

Dampak Globalisasi Dalam Bidang Ekonomi

Abad 21, yang ditandai dengan globalisasi ekonomi. Hal ini merupakan suatu proses kegiatan  ekonomi dan perdagangan, di mana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa  rintangan  batas teritorial negara. Wujud nyata globalisasi bidang ekonomi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, antara lain terjadi dalam aspek-aspek berikut:
  1. Aspek Produksi, yaitu suatu perusahaan dapat berproduksi di berbagai negara,  dengan sasaran agar biaya produksi menjadi lebih rendah. Hal ini dilakukan  baik karena upah buruh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur  yang memadai ataupun karena iklim usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam hal ini menjadi lokasi manufaktur global.
  2. Aspek Pembiayaan, yaitu suatu perusahaan global mempunyai akses untuk  memperoleh pinjaman atau melakukan investasi (baik dalam bentuk portofolio ataupun langsung) di semua negara di dunia. Sebagai contoh, PT. Telkom dalam memperbanyak satuan sambungan telepon, atau PT. Jasa Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan dengan pola BOT ( Build-Operate-Transfer ) bersama mitrausaha dari manca negara.
  3. Aspek Tenaga Kerja, yaitu suatu perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti  penggunaan staf professional diambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman internasional dan atau buruh diperoleh dari negara berkembang.  Dengan  globalisasi maka human movement akan semakin mudah dan bebas.
  4. Aspek Jaringan Informasi, yaitu masyarakat suatu negara dengan mudah  dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain melalui : televisi, radio, media cetak, dan lain-lain. Dengan jaringan  komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai contoh, KFC, celana jeans Levi’s, hamburger, dan sebagainya telah melanda pasar di mana-mana. Akibatnya, selera masyarakat dunia baik yang berdomisili di kota ataupun di desa menuju pada selera global.
  5. Aspek Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan non tarif.  Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin ketat dan fair. Bahkan, transaksi menjadi semakin cepat karena “ less papers/documents ”dalam perdagangan, tetapi dapat mempergunakan jaringan teknologi telekomunikasi yang semakin canggih.


Wednesday, October 15, 2014

Implikasi Teknologi Komunikasi di Dunia Periklanan

Periklanan merupakan pesan-pesan penjualan yang persuasive (mengajak) yang diarahkan kepada (calon) konsumen atas produk barang atau jasa tertentu dengan biaya tertentu.

Internet adalah merupakan suatu teknologi yang mutakhir di zaman modern seperti sekarang ini yang terdapat pada komputer. Dengan adanya internet, sekarang kita dapat memperoleh informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat. Banyak sarana di dalam internet yang memudahkan kita dalam melakukan kegiatan komunikasi.Jika kita memutar waktu kembali ke zaman sebelum ada internet, iklan dilakukan dengan cara yang saat ini kita sebut konvensional, yaitu dengan menggunakan buku, majalah, dan lembar-lembar flyer atau poster yang ditempel di dinding-dinding. Hal ini baru menjadi trend setelah ditemukannya mesin cetak pada tahun 1440. Sebelum itu, di zaman Yunani Kuno, periklanan hanya sebatas tulisan ‘DIJUAL’ yang dipasang pada kayu yang ditancapkan di depan rumah yang dijual pemiliknya, atau yang paling dianggap efektif hingga sekarang adalah cara yang dinamakan “Word of Mouth” (WOM), yaitu penyebaran informasi dari satu orang ke orang lainnya.

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, penemuan mesin cetak membawa pengaruh di dunia periklanan. Pada tahun 1600, koran-koran yang berisi iklan telah menyebar luas di masyarakat. Kemudian, setelah Perang Saudara, agen-agen periklanan menjadi populer di Amerika. Awalnya, mereka hanya menjual tempat di dalam koran dan majalah, namun lama kelamaan mereka juga menulis dan memproduksi iklan mereka sendiri. Kemunculan teknologi Radio di tahun 1920 yang disusul dengan Televisi di tahun 1940 membawa perubahan drastis di dunia periklanan. Mulai saat itu, perusahaan-perusahaan  dapat mengiklankan produk mereka lewat media elektronik. Setelah itu pula, muncul teknologi bernama internet, yang sekali lagi, merevolusi bidang periklanan ke dalam level yang baru.

Di dunia periklanan, teknologi berkembang berdampingan dengan perkembangan teknologi media massa. Berawal dari bentuk sederhana pemasangan banner digital di web/situs/portal, metode pemasangan banner dinilai dari jumlah penampilan, jumlah klik, jumlah interaksi dan jumlah penjualan. Gagasan menampilkan iklan relevan dengan apa yang sedang dicari oleh user/pengunjung pada suatu search engine, munculnya blog dan sosial media yang dimanfaatkan marketer untuk menitipkan pesan kepada individu secara natural. 

"Pada tahun 1994, Yahoo! baru mengembangkan teknologi search engine di internet yang dapat digunakan sebagai media periklanan. Majalah online pertama yang meluncurkan iklan berupa banner dan pemberitahuan-pemberitahuan yang muncul saat seseorang mengakses website adalah HotWired. Sekitar sepuluh persen dari keseluruhan orang yang melihat iklan tersebut tertarik untuk membukanya yang membawa mereka pada website sponsor."

Di era modern seperti sekarang, cara yang digunakan bukan hanya seputar kotak-kotak pemberitahuan yang muncul ketika seseorang membuka website. Dengan hadirnya inovasi lain di dalam internet yaitu media sosial seperti Friendster, Facebook, Twitter, Path, dan lain-lain, biro-biro periklanan menjadi memiliki akses untuk taktik iklan yang benar-benar baru. Karena, tidak hanya anak muda saja, namun sekarang hampir dari semua kalangan mengetahui dan bisa menggunakan media sosial. Dengan hadirnya inovasi lain di bidang internet kita mengenal istilah “social media marketing” dimana kemunculan media sosial Facebook, Twitter, Path, Instagram, Tumblr, dan lain sebagainya memiliki akses untuk strategi iklan yang benar-benar baru.

Melihat dari pangsa pasar, iklan melalui media sosial cukup membawa pengaruh yang besar terhadap peningkatan konsumennya karena saat ini media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan khususnya generasi muda. Sebagai contoh, banyak barang yang ditawarkan di Instagram dan konsumen dapat membelinya via online. Selain itu,  banyak iklan yang terpampang atau bahkan bisa tiba tiba muncul ketika kita sedang browsing informasi di internet. Contohnya, dengan fitur ‘promote’, sekarang, di Twitter, orang-orang dapat melihat iklan dari akun-akun perusahaan produksi tertentu walaupun tidak menjadi followers-nya. Iklan yang disampaikan pun masih tidak lebih dari 150 kata, oleh karena itu biasanya di dalam tweet-nya, dilampirkan link yang apabila di-klik akan menyambungkan khalayak dengan website perusahaan yang bersangkutan.

Selain penggunaannya di internet, iklan juga berkembang di media-media yang kini banyak bermunculan. Misalnya iklan yang disebut advertainment, yaitu mengkombinasikan iklan ke dalam isi produk entertainment. Contoh nyatanya adalah iklan yang muncul sebelum film DVD atau bioskop diputar. Bentuk iklan lain adalah product placement, yaitu menyisipkan produk pada sebuah acara entertainment, misalnya di acara Indonesian Idol atau Indonesia Mencari Bakat, dan lain sebagainya.

Dunia periklanan tidak hanya mengalami perkembangan dalam segi media publikasinya saja tetapi mencakup kualitas iklan itu sendiri. Saat ini perusahaan semakin kreatif dalam membuat konsep iklan, mulai dari pemilihan brand ambassador (model iklan), tagline produk agar mudah diingat, serta bagaimana caranya iklan memberikan efek penasaran atau tidak mudah ditebak oleh masyarakat, tanpa menghilangkan maksud atau pesan yang ingin disampaikan dari iklan tersebut. Untuk beberapa produk yang menekankan pangsa pasar dalam negeri, semakin banyak iklan yang melibatkan unsur budaya Indonesia, pesona alam Indonesia, kesenian tradisional maupun fenomena lainnya yang terjadi di masyarakat.

Dapat kita simpulkan bahwa perkembangan teknologi komunikasi sangat mempengaruhi dunia periklanan terlebih dari media publikasinya. Melalui hasil dari perkembangan teknologi komunikasi, dunia periklanan semakin dimudahkan untuk memasarkan atau mempromosikan suatu produk kepada khalayak ramai. Terlebih kemunculan media elektronik dan media online mampu mengurangi ongkos kertas dan pemasaran (paperless environment) sebagai media pertukaran data yang dapat diakses kapan saja, dimana saja, oleh siapa saja, sehingga dapat mencapai banyak pelangggan potensial baik lokal maupun global. Keefektifan penyampaian pesan di dalam iklan pun meningkat karena media elektronik dan media online lebih diminati oleh masyarakat. Semakin sering orang membaca atau melihat sebuah iklan, maka akan terbentuk citra yang kuat di dalam ingatan orang tersebut dan termotivasi untuk membeli produk yang diiklankan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa internet membuat segalanya jadi mudah. Target konsumen dapat dicapai dengan mudah dan respons dari konsumen juga dapat diterima perusahaan dengan cepat. Bahkan oleh John A. Deighton, seorang professor, internet dikatakan sebagai "lahan penuh untuk bidang marketing". Namun, para ahli yang mengamati fenomena internet ini, seperti seorang professor bernama Alvin J. Silk, mengatakan bahwa perkembangan internet dalam bidang periklanan mungkin tidak hanya segini. Internet masih akan terus berkembang, begitupula dengan teknik periklanan yang mengikuti perkembangan internet itu.

Thursday, October 9, 2014

Berapa Jumlah media massa yang dikuasai Rupert Murdoch?

Ada banyak bukti bahwa ideologi Rupert Murdoch adalah profit dan pertumbuhan finansial. Banyak cerita tentang bagaimana Murdoch menolak suatu isi berita atau mendukung isi berita demi keuntungannya sendiri. Suatu ketika dalam sebuah pidato ia mengatakan bahwa teknologi komunikasi yang maju akan mengancam rezim totalitarian (pernyataan ini kurang lebih terbukti dengan revolusi mesir 2011 yang dimulai di facebook), dia kaget ketika pernyataannya tersebut membuat pemerintah Cina berang, padahal dia tidak bermaksud menyinggung Cina. Cina lalu mengancam akan memutuskan transmisi StarTV ke Cina. Agar profit StarTV tak anjlok, Murdoch segera memerintahkan perusahaan penerbitnya untuk menerbitkan buku karangan  putri Deng Xiaoping. Dia juga membatalkan penerbitan buku yang dianggap akan menyinggung pemerintah Cina. Setelah mengetahui bahwa pemerintah Cina tidak senang dengan berita independen yang dilaporkan melalui BBC World Service, Murdoch segera menghilangkan BBC dari acara StarTV untuk Cina. Hasilnya? Beberapa franchise media Murdoch di Cina berhasil diselamatkan.

Keluarga Murdoch menguasai 30 persen saham News Corp senilai $12 miliar pada 2003. Dinasti Murdoch dimulai dengan koran Australia yang didirikan oleh ayah Murdoch yang mewariskan bisnisnya kepada putranya pada tahun 1925. Murdoch mulai mengakuisisi beberapa koran Inggris dan kemudian beberapa koran Amerika. Dia membeli perusahaan penerbit Harper & Row, yang kemudian disesuaikan dengan kepentingan penerbitannya di Inggris. Agar bisa memiliki stasiun TV di AS, dia menjadi warganegara AS. Pada tahun 1980-an, Murdoch mendirikan Fox sebagai jaringan televisi AS yang keempat. Dia lalu menguasai studio film dan televisi 20th Century Fox. Dia membeli perusahaan induk TV Guide. Dia juga mendirikan televisi satelit Sky dan StarTV di Inggris dan Asia. Saat ini lebih dari 3 miliar orang menonton siaran StarTV yang menampilkan program acara yang dibuat atau dibeli oleh perusahaan Murdoch. Pada 2003 dia menguasai DirectTV, televisi satelit utama di AS.

Ekspansi Murdoch membuatnya bisa membangun sistem global pertama untuk pembuatan isi dan pengiriman isi media di bawah satu payung perusahaan. Inilah kekuatan “Murdochian”, kekuatan distribusi yang tidak dimiliki oleh satupun kompetitornya. Dengan serangkaian medianya yang tak tertandingi, Murdoch dapat memasarkan produk-produknya ke banyak segmen pasar melalui koran, majalah, film, buku, dan televisi miliknya. James Fallows, seorang pengamat media mengatakan kekaisaran media Murdoch telah mensinkronisasikan produksi, publisitas, dan dukungan; “mereka menyuplai isi (content) film-film produksi Fox (Titanic, The Full Monty, There’s something about Mary), acara Fox TV (The Simpsons, Ally Mc Beal, When Animals Attack), siaran olahraga yang dikuasai Fox, plus koran dan buku. Mereka menjual isi kepada publik dan pengiklan di koran, di jaringan siaran, di saluran TV kabel. Dan mereka mengoperasikan sistem distribusi yang mendistribusikan isi media ke konsumen.” Sistem satelit Murdoch mendistribusikan isi News Corp di Eropa dan Asia.

Inilah beberapa Media Massa yang dikuasai oleh "Si Raja Media", Ruppert Murdoch:

  • News Limited (Australia)
  • The Sun (inggris)
  • The News World (Inggris)
  • Sky Television (Inggris)
  • San Antonio Express News (Amerika)
  • Supermarket Star (Amerika)
  • New York Post (Amerika)
  • 20th Century Fox (Amerika)
  • Metro Media (Amerika)
  • Star TV (Asia)
  • My Space (Amerika)
  • Antv (Indonesia)



Jumlah media massa yang dikuasai telah lebih dari 10 media massa di seluruh dunia.

Siapa saja tokoh-tokoh dunia yang menguasai Industri media?
  • Barry Diller saat ini adalah Chairman dan Senior Executive InterActiveCorp (IAC). Perusahaan inilah yang menelurkan Fox Broadcasting Company dan American Broadcasting Company. Bukan hanya itu, IAC merupakan perusahaan media yang menelurkan sedikitnya 50 brand situs online yang kini telah tersebar di 40 negara di dunia.
  • William Randolph Hearst, sang raja media abad 19 (Bagdikian, 2004: 37)
  • Gerald Levin – Pemilik AOL Time Warner dengan jumlah pekerja 39 ribu dan pendapatan saban tahun USD 31,8 miliar atau setara Rp 308,5 triliun. Hari perdana di 2001 menandai penggabungan perusahaan terbesar sepanjang sejarah setelah America Online (AOL) dan Time Warner menjadi perusahaan media terbesar sejagat. AOL memiliki 27 juta pelanggan. Mereka menghabiskan 84 persen waktu mereka menggunakan Internet hanya di AOL, seperti dilansir theunjustmedia.com.
  • Michael D. Eisner – The Walt Disney Company juga seorang Yahudi. Konglomerasi memiliki 120 ribu karyawan ini menuai USD 23,4 miliar (Rp 227 triliun) per tahun.Perusahaan ini di antaranya menaungi The Disney Channel beroperasi di delapan negara dan ESPN siaran mereka mencakup 165 negara di Asia, Eropa, dan Amerika Latin. Mereka mempunyai sejumlah tempat hiburan Disneyland di sejumlah negara.
  • Bertelsmann AG adalah konglomerasi dengan 64.800 pekerja dan menghasilkan USD 16,3 miliar (Rp 158 triliun) tiap tahun. Perusahaan induk ini milik Dr Thomas Middlethof. Yang menarik, Bertelsmann cabang Jerman sejak 1921 merupakan penyumbang dana terbesar buat pasukan elite Nazi, SS (Schutzstaffel) berarti skuadron pelindung. Mereka juga menjadipencetak seluruh dokumen selama rezim Adolf Hitler berkuasa.
  • Sumner Redstone lahir dengan nama Murray Rothsteinmempunyai Viacom. Konglomerasi ini mempekerjakan 126.810 karyawan dengan penghasilan tahunan USD 12,6 miliar (Rp 122,2 triliun). Viacom melanggar sejumlah beleid soal kepemilikan media setelah membeli jaringan televisi CBS. Sepekan kemudian, Senator John McCain yang pro-Israel mengusulkan undang-undang itu diubah.
  • Rupert Murdoch – News Corporation juga ikut menguasai media dunia. Konglomerasi kepunyaan Rupet Murdoch ini mempekerjakan 50.820 orang dan berhasil meraup USD 13,5 miliar (Rp 130,8 triliun) saban tahun.
  • Jean Marie Messier – Pemilik Vivendi Universal. Karena perusahaan anyar, belum diketahui soal jumlah karyawan dan pendapatan per tahun. Konglomerasi ini untuk menyaingi AOL Time Warner.

Bagaimana teknologi komunikasi mendukung kerja korporasi diberbagai Negara secara terpisah?

Teknologi komunikasi mendukung kerja korporasi diberbagai negara secara terpisah, terbukti dengan adanya kantor virtual (virtual office). virtual office  beranggotakan tim-tim yang saling bekerja sama yang disebut dengan tim maya atau tim yang terpisah secara geografis. Mereka bekerja diseluruh waktu, ruang dan dengan batas-batas organisasi diperkuat oleh link webs komunikasi teknologi. Karena terpisah secara geografis, maka organisasi boleh menyewa dan mempertahankan orang-orang terbaik tanpa memperhatikan lokasi. Anggota tim virtual berkomunikasi secara elektronik, sehingga mereka mungkin tidak pernah bertemu dan bertatap muka. Namun sebagian besar tim akan bertemu pada suatu waktu. Virtual tim ini tidak berarti teleworker karena banyak timvirtual dalam organisasi terdiri dari karyawan, baik yang bekerja di rumah maupun kelompok-kelompok kecil dikantor. Atau bisa juga seperti contoh berikut ini dengan berkembangnya teknologi maka kita dapat bekerja dengan partner kita walaupun kita tidak berada di satu tempat atau ruangan yang sama. Contohnya adalah Goal.comyang jurnalisnya tersebar di beberapa Negara. Server yang terletak di satu Negara mempermudah akses para karyawanna untuk menginput data yang kemudian diolah dan outputnya adalah seperti yang kita lihat pada tampilan websitenya.

Berapa banyak korporasi media massa yang ada di Indonesia?
  1. Di bidang pertelevisian, selain jaringan TVRI, terdapat 11 (sebelas stasiun televisi swasta, yaitu RCTI, MNCTV, SCTV, ANTV, INDOSIAR, METRO TV, TRANSTV, TRANS7, tvOne, GLOBAL TV dan NET.TV . Di samping itu kini telah beroperasi 7 televisi berlangganan satelit, 6 televisi berlangganan terrestrial, dan 17 televisi berlangganan kabel.
  2. Dunia penyiaran radio pun mengalami kemajuan meskipun tidak sepesat televisi. Hingga akhir tahun 2002, terdapat 1188 Stasiun Siaran Radio di Indonesia. Jumlah itu terdiri atas 56 stasiun RRI dan 1132 buah Stasiun Radio Swasta.
  3. Perkembangan industri dan bisnis penyiaran juga telah mendorong tumbuh pesatnya bisnis rumah produksi (Production House/PH). Sebelum krisis ekonomi, tercatat ada 298 buah perusahaan PH yang beroperasi di mana sekitar 80% di antaranya berada di Jakarta. Pada saat krisis, khususnya antara tahun 1997-1999, jumlah PH yang beroperasi menurun drastis sampai sekitar 60%. Pada tahun 2003, bisnis PH secara perlahan kembali bangkit yang antara lain didorong oleh peningkatan jumlah televise swasta. Kebutuhan TV swasta akan berbagai acara siaran, mulai acara hiburan sampai acara informasi dan pendidikan, banyak diproduksi oleh PH lokal.

Unsur persaingan apa yang sekarang dilakuka media massa?

Unsur persaingan bisnis media antara lain dengan konsolidasi media yang artinya 2 buah perusahaan yang bergabung bubar dari hukum dan gantinnya didirikan perusahaan yang baru yag mengambil alih aset hak dan kewajiban sehingga mampu menjadi perusahaan media besar.Pemusatan media mempengaruhi hubungan dua jenis organisasi media dengan 1 konglomerat didalamnnya. Adapun dalam persaingannya menumbuhkan 2 integrasi yaitu:

  1. Integrasi Vertikal = Menunjuk kepada kepemilikan satu orang pemilik media yang menguasai segala aspek bidang usaha mulai  dari produksi,distribusi,contohnya : perusahaan film berintegrasi vertikal dengan pencari bakat,bioskop, studio dll
  2. Integrasi Horizontal = Proses kepemilkan modal yang membeli berbagai  perusahaan bergerak dibidang berbeda,luar media,konglomerasi media,dilihat lewat kepemilikan perusahaan majalah, statsiun televisi,dll oleh orang yang sama

Atau ada pada periklanan dan media online. Media massa berlomba lomba membuat acara hiburan sekreatif mungkin agar banyak perusahaan lain yang mengiklankan produknya pada media massa tersebut, sehingga berimbas pada pendapatan media massa tersebut yang meningkat.

Wednesday, October 1, 2014


Dampak Perkembangan Teknologi Terhadap Aspek Ekonomi


Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bentu kemampuan diri manusia tetapi malah membelenggu perilaku dan gaya hidup manusia itu sendiri. Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Namun demikian, manusia tidak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau IPTEK mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan manusia, diantaranya sosial, budaya, ekonomi dan politik.

A. Dampak Positif:
  • Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.
  • Terjadinya industrialisasi.
  • Produktifitas dunia industri semakin meningkat.
  • Pasar yang sangat terbuka untuk produk-produk ekspor (dengan catatan produk       ekspor Indonesia dapat bersaing di pasar internasional). Dengan demikian kesempatan pengusaha Indonesia sangat terbuka dalam menciptakan produk berkualitas yang dibutuhkan oleh pasar dunia.
  • Mudah untuk mengakses modal investasi yang berasal dari luar negeri.
  • Mudah mendapatkan barang yang dibutuhkan masyarakat dan belum diproduksi di Indonesia.
  • Kegiatan pariwisata akan meningkat sehingga mampu membuka lapangan kerja dan juga menjadi  ajang promosi produk-produk Indonesia.
  • Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.
  • Di bidang kedokteran dengan kemajuan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi  komoditi.
B. Dampak Negatif:
  • Terbukanya pasar bebas, memungkinkan produk luar negeri masuk dengan mudahnya. Dengan banyaknya produk luar negeri yang masuk dan dengan harga yang lebih murah, dapat mengurangi rasa kecintaan kita terhadap produk dalam negeri.
  • Terjadinya pengangguran bagi individu yang tidak memiliki skill dan kualifikasi sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan. Misal: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instan”.
  • Apabila tidak up to date terhadap dunia IPTEK yang semakin maju, kita akan dapat dipermainkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ahli dibidangnya (contoh: pembobol kartu kredit).
  • Kemajuan TIK juga pasti akan semakin memperparah kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat antara si kaya dan si miskin.
  • Adanya aksi tipu menipu dalam proses jual beli online yang dapat merugikan beberapa pihak.
  • Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung),  cara belanja dengan menggunakan kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet.
  • Dengan jaringan yang tersedia seperti yang terdapat pada beberapa situs yang menyediakan perjudian secara online, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya.

Dampak Perkembangan Teknologi Terhadap Aspek Politik

A. Dampak Positif

  • Salah satu tujuan utama dalam penggunaan politik dibantu dengan teknologi informasi adalah adanya peranan besar masyarakat dalam pengembangan pemerintah. Dengan e-government maka hal ini bisa tercapai. Bayangkan saja jika ada anggota DPR yang dapat berinteraksi dengan rakyat yang telah memilihnya, kegiatan tanya jawab, melakukan voting, saran dan kritik akan dapat tersalurkan dengan cepat, langsung, dan nyaman.
  • Dengan menggunakan teknologi informasi berarti informasi yang disampaikan kebanyakan menggunakan media digital. Surat menyurat yang mungkin pada awalnya dapat bertumpuk-tumpuk kini cukup dengan menggunakan e-mail sudah dapat dilaksanakan. Dengan demikian penggunaan kertas dapat dikurangi yang berarti penebangan pohon dapat berkurang.
  • Kegiatan komunikasi untuk keperluan politik dengan menggunakan teknologi informasi menyebabkan sampainya berita lebih cepat, dilakukan secara efisien, dan nyaman. Misalnya jika ada masyarakat yang ingin mengajukan pendapatnya ke wakil rakyat maka cukup dengan menggunakan e-mail surat dapat sampai dengan segera.
  • Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.
B. Dampak Negatif
  • Walaupun politik yang menggunakan informasi dan teknologi dapat melakukan pengeluaran yang lebih sedikit daripada konvensional, namun sebelumnya untuk membuat infrastruktur dan teknisinya akan memiliki biaya yang sangat mahal.
  • Harus diakui tidak semua orang melek terhadap teknologi. Bagi warga yang berada jauh di pedalaman akan susah untuk mengakses website, blog, atau video streaming tentang politik di Indonesia.
  • Pada beberapa negara maju, banyak yang meragukan berita-berita negara yang diterbitkan oleh negara sendiri. Alasannya karena yang menulis berita itu adalah negara dan penerbitnya adalah negara. Kecurigaan akan modifikasi berita dapat terjadi
  • Sebuah badan politik seperti negara memerlukan tanggapan dari warganya. Jika negara terus meminta informasi maka privasi dari seseorang semakin sulit untuk dijaga. Ini akhirnya menjadi dilema, di sisi yang satu data dari masyarakat dihimpun untuk mengembangkan kegiatan negara namun di sisi yang lain negara pun harus menjunjung tinggi hak privasi warganya.
             
       Dampak Perkembangan Teknologi Terhadap Aspek Sosial

Kehidupan sosial dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Kebutuhan manusia akan pangan sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dalam bidang pertanian. Sedangkan kebutuhan akan komunikasi dipengaruhi oleh teknologinya, seperti media cetak, media elektronik selain untuk berkomunikasi, juga dapat memperluas wawasan. 

Dengan berkembangnya industri dan kegiatan ekonomi, maka memungkinkan orang hidup dalam lapangan pekerjaan tersebut. Hal tersebut dapat dilihat dari angka–angka yang menunjukan bahwa pekerja di pabrik atau perusahaan terus meningkat sedangkan bekerja di sektor pertanian makin menurun.

Nilai sosial juga berubah. Pada masa lalu orang merasa bahwa menjadi pegawai negeri dinilai lebih tinggi status sosialnya dibandingkan para pedagang atau pengusaha. Sekarang menjadi pengusaha atau karyawan pabrik dianggap sebagai tenaga professional yang mempunyai nilai status yang tinggi. 

Makin berkembangnya teknologi menyebabkan industri memproduksi barang secara massal juga meningkat. Tetapi sering kali juga dimanfaatkan untuk kepentingan yang negatif seperti peniruan atau pemalsusan merek dagang dan sebagainnya. Kian majunya masyarakat yang dibarengi dengan peningkatan jumlah penduduk, menyebabkan manusia sering kehilangan nilai etisnya dan mudah melakukan tindakan yang tercela dan melanggar hukum. 

A. Dampak Positif :
  • Meningkatkan rasa percaya diri kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi melecehkan bangsa-bangsa di Asia.
  • Tekanan, kompetisi yang tajam, di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun, dan pekerja keras.
  • Efektif dari segi biaya dan waktu. Misalnya saat mengajar, kini telah ada teknologi pembelajaran secara online, jadi guru atau dosen tidak perlu repot untuk datang ke sekolah atau kampus, cukup menerangkan pelajaran lewat media internet kepada anak muridnya.
  • Masyarakat tidak perlu lagi membeli koran untuk mengetahui informasi mengenai berita, cukup dengan membuka internet, kita sudah dapat membaca berita melalui media online, dan tidak mengeluarkan biaya.

B. Dampak Negatif:

  • Kenakalan dan tindak penyimpangan dikalangan remaja dengan mengakses situs porno, dan oknum-oknum yang menggunakan media facebook, twitter, dll sebagai media prostitusi yang sudah jelas dapat merusak moral para generasi muda.
  • Melemahkan rasa gotong-royong dan saling tolong-menolong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
  • Manusia menjadi malas. Karena telah dimanjakan oleh teknologi, sehingga kita tidak perlu repot bertemu dengan seseorang. Dengan teknologi, kita tetap dapat bertatap muka meskipun tidak bertemu dengan orang tersebut.


      Dampak Perkembangan Teknologi Terhadap Aspek Budaya

Budaya atau kebudayaan merupakan kerangka acuan bagi perilaku masyarakat pendukungnya yang berupa nilai-nilai (kebenaran, keindahan, keadilan, kemanusiaan, dll) yang berpengaruh sebagai kerangka untuk membentuk pandangan hidup manusia yang relatif menetap dan dapat dilihat dari warga budaya itu untuk menentukan sikapnya terhadap berbagai gejala dan peristiwa kehidupan. 

Budaya dapat berwujud tiga hal, yaitu idea tau gagasan, tingkah laku atau tindakan dan benda atau barang yang dihasilkan oleh manusia. Jadi budaya mempunyai pengertian yang luas.

A. Dampak Positif:
  • Semakin berkembangnya daya pikir individu dalam suatu bidang, baik dari segi ekonomi, politik, pendidikan, dan lain sebagainya. 
  • Kemampuan individu dalam mencari dan mengumpulkan data untuk bahan diskusi dapat mereka dapatkan dengan cepat dan akurat melalui media berbasis teknologi.

B. Dampak Negatif:
  • Penyalahgunaan media teknologi sebagai sarana pencarian yang tidak ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan. Haltersebut dapat membentuk kebudayaan yang rendah akan moral dan sumber daya manusia yang bobrok dan tak berkualitas sedikitpun.