Wednesday, October 15, 2014

Implikasi Teknologi Komunikasi di Dunia Periklanan

Periklanan merupakan pesan-pesan penjualan yang persuasive (mengajak) yang diarahkan kepada (calon) konsumen atas produk barang atau jasa tertentu dengan biaya tertentu.

Internet adalah merupakan suatu teknologi yang mutakhir di zaman modern seperti sekarang ini yang terdapat pada komputer. Dengan adanya internet, sekarang kita dapat memperoleh informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat. Banyak sarana di dalam internet yang memudahkan kita dalam melakukan kegiatan komunikasi.Jika kita memutar waktu kembali ke zaman sebelum ada internet, iklan dilakukan dengan cara yang saat ini kita sebut konvensional, yaitu dengan menggunakan buku, majalah, dan lembar-lembar flyer atau poster yang ditempel di dinding-dinding. Hal ini baru menjadi trend setelah ditemukannya mesin cetak pada tahun 1440. Sebelum itu, di zaman Yunani Kuno, periklanan hanya sebatas tulisan ‘DIJUAL’ yang dipasang pada kayu yang ditancapkan di depan rumah yang dijual pemiliknya, atau yang paling dianggap efektif hingga sekarang adalah cara yang dinamakan “Word of Mouth” (WOM), yaitu penyebaran informasi dari satu orang ke orang lainnya.

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, penemuan mesin cetak membawa pengaruh di dunia periklanan. Pada tahun 1600, koran-koran yang berisi iklan telah menyebar luas di masyarakat. Kemudian, setelah Perang Saudara, agen-agen periklanan menjadi populer di Amerika. Awalnya, mereka hanya menjual tempat di dalam koran dan majalah, namun lama kelamaan mereka juga menulis dan memproduksi iklan mereka sendiri. Kemunculan teknologi Radio di tahun 1920 yang disusul dengan Televisi di tahun 1940 membawa perubahan drastis di dunia periklanan. Mulai saat itu, perusahaan-perusahaan  dapat mengiklankan produk mereka lewat media elektronik. Setelah itu pula, muncul teknologi bernama internet, yang sekali lagi, merevolusi bidang periklanan ke dalam level yang baru.

Di dunia periklanan, teknologi berkembang berdampingan dengan perkembangan teknologi media massa. Berawal dari bentuk sederhana pemasangan banner digital di web/situs/portal, metode pemasangan banner dinilai dari jumlah penampilan, jumlah klik, jumlah interaksi dan jumlah penjualan. Gagasan menampilkan iklan relevan dengan apa yang sedang dicari oleh user/pengunjung pada suatu search engine, munculnya blog dan sosial media yang dimanfaatkan marketer untuk menitipkan pesan kepada individu secara natural. 

"Pada tahun 1994, Yahoo! baru mengembangkan teknologi search engine di internet yang dapat digunakan sebagai media periklanan. Majalah online pertama yang meluncurkan iklan berupa banner dan pemberitahuan-pemberitahuan yang muncul saat seseorang mengakses website adalah HotWired. Sekitar sepuluh persen dari keseluruhan orang yang melihat iklan tersebut tertarik untuk membukanya yang membawa mereka pada website sponsor."

Di era modern seperti sekarang, cara yang digunakan bukan hanya seputar kotak-kotak pemberitahuan yang muncul ketika seseorang membuka website. Dengan hadirnya inovasi lain di dalam internet yaitu media sosial seperti Friendster, Facebook, Twitter, Path, dan lain-lain, biro-biro periklanan menjadi memiliki akses untuk taktik iklan yang benar-benar baru. Karena, tidak hanya anak muda saja, namun sekarang hampir dari semua kalangan mengetahui dan bisa menggunakan media sosial. Dengan hadirnya inovasi lain di bidang internet kita mengenal istilah “social media marketing” dimana kemunculan media sosial Facebook, Twitter, Path, Instagram, Tumblr, dan lain sebagainya memiliki akses untuk strategi iklan yang benar-benar baru.

Melihat dari pangsa pasar, iklan melalui media sosial cukup membawa pengaruh yang besar terhadap peningkatan konsumennya karena saat ini media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan khususnya generasi muda. Sebagai contoh, banyak barang yang ditawarkan di Instagram dan konsumen dapat membelinya via online. Selain itu,  banyak iklan yang terpampang atau bahkan bisa tiba tiba muncul ketika kita sedang browsing informasi di internet. Contohnya, dengan fitur ‘promote’, sekarang, di Twitter, orang-orang dapat melihat iklan dari akun-akun perusahaan produksi tertentu walaupun tidak menjadi followers-nya. Iklan yang disampaikan pun masih tidak lebih dari 150 kata, oleh karena itu biasanya di dalam tweet-nya, dilampirkan link yang apabila di-klik akan menyambungkan khalayak dengan website perusahaan yang bersangkutan.

Selain penggunaannya di internet, iklan juga berkembang di media-media yang kini banyak bermunculan. Misalnya iklan yang disebut advertainment, yaitu mengkombinasikan iklan ke dalam isi produk entertainment. Contoh nyatanya adalah iklan yang muncul sebelum film DVD atau bioskop diputar. Bentuk iklan lain adalah product placement, yaitu menyisipkan produk pada sebuah acara entertainment, misalnya di acara Indonesian Idol atau Indonesia Mencari Bakat, dan lain sebagainya.

Dunia periklanan tidak hanya mengalami perkembangan dalam segi media publikasinya saja tetapi mencakup kualitas iklan itu sendiri. Saat ini perusahaan semakin kreatif dalam membuat konsep iklan, mulai dari pemilihan brand ambassador (model iklan), tagline produk agar mudah diingat, serta bagaimana caranya iklan memberikan efek penasaran atau tidak mudah ditebak oleh masyarakat, tanpa menghilangkan maksud atau pesan yang ingin disampaikan dari iklan tersebut. Untuk beberapa produk yang menekankan pangsa pasar dalam negeri, semakin banyak iklan yang melibatkan unsur budaya Indonesia, pesona alam Indonesia, kesenian tradisional maupun fenomena lainnya yang terjadi di masyarakat.

Dapat kita simpulkan bahwa perkembangan teknologi komunikasi sangat mempengaruhi dunia periklanan terlebih dari media publikasinya. Melalui hasil dari perkembangan teknologi komunikasi, dunia periklanan semakin dimudahkan untuk memasarkan atau mempromosikan suatu produk kepada khalayak ramai. Terlebih kemunculan media elektronik dan media online mampu mengurangi ongkos kertas dan pemasaran (paperless environment) sebagai media pertukaran data yang dapat diakses kapan saja, dimana saja, oleh siapa saja, sehingga dapat mencapai banyak pelangggan potensial baik lokal maupun global. Keefektifan penyampaian pesan di dalam iklan pun meningkat karena media elektronik dan media online lebih diminati oleh masyarakat. Semakin sering orang membaca atau melihat sebuah iklan, maka akan terbentuk citra yang kuat di dalam ingatan orang tersebut dan termotivasi untuk membeli produk yang diiklankan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa internet membuat segalanya jadi mudah. Target konsumen dapat dicapai dengan mudah dan respons dari konsumen juga dapat diterima perusahaan dengan cepat. Bahkan oleh John A. Deighton, seorang professor, internet dikatakan sebagai "lahan penuh untuk bidang marketing". Namun, para ahli yang mengamati fenomena internet ini, seperti seorang professor bernama Alvin J. Silk, mengatakan bahwa perkembangan internet dalam bidang periklanan mungkin tidak hanya segini. Internet masih akan terus berkembang, begitupula dengan teknik periklanan yang mengikuti perkembangan internet itu.

No comments:

Post a Comment