Berapa Jumlah media massa yang dikuasai Rupert Murdoch?
Ada banyak bukti bahwa
ideologi Rupert Murdoch adalah profit dan pertumbuhan finansial.
Banyak cerita tentang bagaimana Murdoch menolak suatu isi berita atau
mendukung isi berita demi keuntungannya sendiri. Suatu ketika dalam
sebuah pidato ia mengatakan bahwa teknologi komunikasi yang maju akan mengancam
rezim totalitarian (pernyataan ini kurang lebih terbukti dengan revolusi
mesir 2011 yang dimulai di facebook), dia kaget ketika pernyataannya tersebut
membuat pemerintah Cina berang, padahal dia tidak bermaksud menyinggung Cina.
Cina lalu mengancam akan memutuskan transmisi StarTV ke Cina. Agar
profit StarTV tak anjlok, Murdoch segera memerintahkan perusahaan penerbitnya
untuk menerbitkan buku karangan putri Deng Xiaoping. Dia juga membatalkan
penerbitan buku yang dianggap akan menyinggung pemerintah Cina. Setelah mengetahui
bahwa pemerintah Cina tidak senang dengan berita independen yang dilaporkan
melalui BBC World Service, Murdoch segera menghilangkan BBC dari acara
StarTV untuk Cina. Hasilnya? Beberapa franchise media Murdoch di Cina berhasil
diselamatkan.
Keluarga Murdoch menguasai 30
persen saham News Corp senilai $12 miliar pada 2003. Dinasti Murdoch dimulai
dengan koran Australia yang didirikan oleh ayah Murdoch yang mewariskan
bisnisnya kepada putranya pada tahun 1925. Murdoch mulai mengakuisisi beberapa
koran Inggris dan kemudian beberapa koran Amerika. Dia membeli perusahaan
penerbit Harper & Row, yang kemudian disesuaikan dengan kepentingan
penerbitannya di Inggris. Agar bisa memiliki stasiun TV di AS, dia menjadi
warganegara AS. Pada tahun 1980-an, Murdoch mendirikan Fox sebagai
jaringan televisi AS yang keempat. Dia lalu menguasai studio film dan
televisi 20th Century Fox. Dia membeli perusahaan induk TV Guide.
Dia juga mendirikan televisi satelit Sky dan StarTV di Inggris dan Asia. Saat
ini lebih dari 3 miliar orang menonton siaran StarTV yang menampilkan program
acara yang dibuat atau dibeli oleh perusahaan Murdoch. Pada 2003 dia
menguasai DirectTV, televisi satelit utama di AS.
Ekspansi Murdoch membuatnya bisa
membangun sistem global pertama untuk pembuatan isi dan pengiriman isi media di
bawah satu payung perusahaan. Inilah kekuatan “Murdochian”, kekuatan distribusi
yang tidak dimiliki oleh satupun kompetitornya. Dengan serangkaian medianya
yang tak tertandingi, Murdoch dapat memasarkan produk-produknya ke banyak segmen
pasar melalui koran, majalah, film, buku, dan televisi miliknya. James Fallows,
seorang pengamat media mengatakan kekaisaran media Murdoch telah
mensinkronisasikan produksi, publisitas, dan dukungan; “mereka menyuplai isi
(content) film-film produksi Fox (Titanic, The Full Monty, There’s
something about Mary), acara Fox TV (The Simpsons, Ally Mc Beal, When
Animals Attack), siaran olahraga yang dikuasai Fox, plus koran dan buku. Mereka
menjual isi kepada publik dan pengiklan di koran, di jaringan siaran, di
saluran TV kabel. Dan mereka mengoperasikan sistem distribusi yang
mendistribusikan isi media ke konsumen.” Sistem satelit Murdoch
mendistribusikan isi News Corp di Eropa dan Asia.
Inilah beberapa Media Massa yang
dikuasai oleh "Si Raja Media", Ruppert Murdoch:
- News Limited (Australia)
- The Sun (inggris)
- The News World (Inggris)
- Sky Television (Inggris)
- San Antonio Express News (Amerika)
- Supermarket Star (Amerika)
- New York Post (Amerika)
- 20th Century Fox (Amerika)
- Metro Media (Amerika)
- Star TV (Asia)
- My Space (Amerika)
- Antv (Indonesia)
Jumlah media massa yang dikuasai telah lebih dari 10 media
massa di seluruh dunia.
Siapa saja tokoh-tokoh dunia yang menguasai Industri media?
- Barry Diller saat ini adalah Chairman dan Senior Executive InterActiveCorp (IAC). Perusahaan inilah yang menelurkan Fox Broadcasting Company dan American Broadcasting Company. Bukan hanya itu, IAC merupakan perusahaan media yang menelurkan sedikitnya 50 brand situs online yang kini telah tersebar di 40 negara di dunia.
- William Randolph Hearst, sang raja media abad 19 (Bagdikian, 2004: 37)
- Gerald Levin – Pemilik AOL Time Warner dengan jumlah pekerja 39 ribu dan pendapatan saban tahun USD 31,8 miliar atau setara Rp 308,5 triliun. Hari perdana di 2001 menandai penggabungan perusahaan terbesar sepanjang sejarah setelah America Online (AOL) dan Time Warner menjadi perusahaan media terbesar sejagat. AOL memiliki 27 juta pelanggan. Mereka menghabiskan 84 persen waktu mereka menggunakan Internet hanya di AOL, seperti dilansir theunjustmedia.com.
- Michael D. Eisner – The Walt Disney Company juga seorang Yahudi. Konglomerasi memiliki 120 ribu karyawan ini menuai USD 23,4 miliar (Rp 227 triliun) per tahun.Perusahaan ini di antaranya menaungi The Disney Channel beroperasi di delapan negara dan ESPN siaran mereka mencakup 165 negara di Asia, Eropa, dan Amerika Latin. Mereka mempunyai sejumlah tempat hiburan Disneyland di sejumlah negara.
- Bertelsmann AG adalah konglomerasi dengan 64.800 pekerja dan menghasilkan USD 16,3 miliar (Rp 158 triliun) tiap tahun. Perusahaan induk ini milik Dr Thomas Middlethof. Yang menarik, Bertelsmann cabang Jerman sejak 1921 merupakan penyumbang dana terbesar buat pasukan elite Nazi, SS (Schutzstaffel) berarti skuadron pelindung. Mereka juga menjadipencetak seluruh dokumen selama rezim Adolf Hitler berkuasa.
- Sumner Redstone lahir dengan nama Murray Rothsteinmempunyai Viacom. Konglomerasi ini mempekerjakan 126.810 karyawan dengan penghasilan tahunan USD 12,6 miliar (Rp 122,2 triliun). Viacom melanggar sejumlah beleid soal kepemilikan media setelah membeli jaringan televisi CBS. Sepekan kemudian, Senator John McCain yang pro-Israel mengusulkan undang-undang itu diubah.
- Rupert Murdoch – News Corporation juga ikut menguasai media dunia. Konglomerasi kepunyaan Rupet Murdoch ini mempekerjakan 50.820 orang dan berhasil meraup USD 13,5 miliar (Rp 130,8 triliun) saban tahun.
- Jean Marie Messier – Pemilik Vivendi Universal. Karena perusahaan anyar, belum diketahui soal jumlah karyawan dan pendapatan per tahun. Konglomerasi ini untuk menyaingi AOL Time Warner.
Bagaimana teknologi komunikasi mendukung kerja korporasi
diberbagai Negara secara terpisah?
Teknologi komunikasi mendukung kerja korporasi diberbagai
negara secara terpisah, terbukti dengan adanya kantor virtual (virtual office).
virtual office beranggotakan tim-tim yang saling bekerja sama yang
disebut dengan tim maya atau tim yang terpisah secara geografis. Mereka bekerja
diseluruh waktu, ruang dan dengan batas-batas organisasi diperkuat oleh link
webs komunikasi teknologi. Karena terpisah secara geografis, maka organisasi
boleh menyewa dan mempertahankan orang-orang terbaik tanpa memperhatikan
lokasi. Anggota tim virtual berkomunikasi secara elektronik, sehingga mereka
mungkin tidak pernah bertemu dan bertatap muka. Namun sebagian besar tim akan
bertemu pada suatu waktu. Virtual tim ini tidak berarti teleworker karena
banyak timvirtual dalam organisasi terdiri dari karyawan, baik yang bekerja di
rumah maupun kelompok-kelompok kecil dikantor. Atau bisa juga seperti contoh
berikut ini dengan berkembangnya teknologi maka kita dapat bekerja dengan
partner kita walaupun kita tidak berada di satu tempat atau ruangan yang sama.
Contohnya adalah Goal.comyang jurnalisnya tersebar di beberapa Negara.
Server yang terletak di satu Negara mempermudah akses para karyawanna untuk
menginput data yang kemudian diolah dan outputnya adalah seperti yang kita
lihat pada tampilan websitenya.
Berapa banyak korporasi media massa yang ada di Indonesia?
- Di bidang pertelevisian, selain jaringan TVRI, terdapat 11 (sebelas stasiun televisi swasta, yaitu RCTI, MNCTV, SCTV, ANTV, INDOSIAR, METRO TV, TRANSTV, TRANS7, tvOne, GLOBAL TV dan NET.TV . Di samping itu kini telah beroperasi 7 televisi berlangganan satelit, 6 televisi berlangganan terrestrial, dan 17 televisi berlangganan kabel.
- Dunia penyiaran radio pun mengalami kemajuan meskipun tidak sepesat televisi. Hingga akhir tahun 2002, terdapat 1188 Stasiun Siaran Radio di Indonesia. Jumlah itu terdiri atas 56 stasiun RRI dan 1132 buah Stasiun Radio Swasta.
- Perkembangan industri dan bisnis penyiaran juga telah mendorong tumbuh pesatnya bisnis rumah produksi (Production House/PH). Sebelum krisis ekonomi, tercatat ada 298 buah perusahaan PH yang beroperasi di mana sekitar 80% di antaranya berada di Jakarta. Pada saat krisis, khususnya antara tahun 1997-1999, jumlah PH yang beroperasi menurun drastis sampai sekitar 60%. Pada tahun 2003, bisnis PH secara perlahan kembali bangkit yang antara lain didorong oleh peningkatan jumlah televise swasta. Kebutuhan TV swasta akan berbagai acara siaran, mulai acara hiburan sampai acara informasi dan pendidikan, banyak diproduksi oleh PH lokal.
Unsur persaingan apa yang sekarang dilakuka media massa?
Unsur persaingan bisnis media antara lain dengan konsolidasi
media yang artinya 2 buah perusahaan yang bergabung bubar dari hukum dan
gantinnya didirikan perusahaan yang baru yag mengambil alih aset hak dan
kewajiban sehingga mampu menjadi perusahaan media besar.Pemusatan media
mempengaruhi hubungan dua jenis organisasi media dengan 1 konglomerat didalamnnya.
Adapun dalam persaingannya menumbuhkan 2 integrasi yaitu:
- Integrasi Vertikal = Menunjuk kepada kepemilikan satu orang pemilik media yang menguasai segala aspek bidang usaha mulai dari produksi,distribusi,contohnya : perusahaan film berintegrasi vertikal dengan pencari bakat,bioskop, studio dll
- Integrasi Horizontal = Proses kepemilkan modal yang membeli berbagai perusahaan bergerak dibidang berbeda,luar media,konglomerasi media,dilihat lewat kepemilikan perusahaan majalah, statsiun televisi,dll oleh orang yang sama
Atau ada pada periklanan dan media online. Media massa
berlomba lomba membuat acara hiburan sekreatif mungkin agar banyak perusahaan
lain yang mengiklankan produknya pada media massa tersebut, sehingga berimbas
pada pendapatan media massa tersebut yang meningkat.

No comments:
Post a Comment