Thursday, October 9, 2014

Berapa Jumlah media massa yang dikuasai Rupert Murdoch?

Ada banyak bukti bahwa ideologi Rupert Murdoch adalah profit dan pertumbuhan finansial. Banyak cerita tentang bagaimana Murdoch menolak suatu isi berita atau mendukung isi berita demi keuntungannya sendiri. Suatu ketika dalam sebuah pidato ia mengatakan bahwa teknologi komunikasi yang maju akan mengancam rezim totalitarian (pernyataan ini kurang lebih terbukti dengan revolusi mesir 2011 yang dimulai di facebook), dia kaget ketika pernyataannya tersebut membuat pemerintah Cina berang, padahal dia tidak bermaksud menyinggung Cina. Cina lalu mengancam akan memutuskan transmisi StarTV ke Cina. Agar profit StarTV tak anjlok, Murdoch segera memerintahkan perusahaan penerbitnya untuk menerbitkan buku karangan  putri Deng Xiaoping. Dia juga membatalkan penerbitan buku yang dianggap akan menyinggung pemerintah Cina. Setelah mengetahui bahwa pemerintah Cina tidak senang dengan berita independen yang dilaporkan melalui BBC World Service, Murdoch segera menghilangkan BBC dari acara StarTV untuk Cina. Hasilnya? Beberapa franchise media Murdoch di Cina berhasil diselamatkan.

Keluarga Murdoch menguasai 30 persen saham News Corp senilai $12 miliar pada 2003. Dinasti Murdoch dimulai dengan koran Australia yang didirikan oleh ayah Murdoch yang mewariskan bisnisnya kepada putranya pada tahun 1925. Murdoch mulai mengakuisisi beberapa koran Inggris dan kemudian beberapa koran Amerika. Dia membeli perusahaan penerbit Harper & Row, yang kemudian disesuaikan dengan kepentingan penerbitannya di Inggris. Agar bisa memiliki stasiun TV di AS, dia menjadi warganegara AS. Pada tahun 1980-an, Murdoch mendirikan Fox sebagai jaringan televisi AS yang keempat. Dia lalu menguasai studio film dan televisi 20th Century Fox. Dia membeli perusahaan induk TV Guide. Dia juga mendirikan televisi satelit Sky dan StarTV di Inggris dan Asia. Saat ini lebih dari 3 miliar orang menonton siaran StarTV yang menampilkan program acara yang dibuat atau dibeli oleh perusahaan Murdoch. Pada 2003 dia menguasai DirectTV, televisi satelit utama di AS.

Ekspansi Murdoch membuatnya bisa membangun sistem global pertama untuk pembuatan isi dan pengiriman isi media di bawah satu payung perusahaan. Inilah kekuatan “Murdochian”, kekuatan distribusi yang tidak dimiliki oleh satupun kompetitornya. Dengan serangkaian medianya yang tak tertandingi, Murdoch dapat memasarkan produk-produknya ke banyak segmen pasar melalui koran, majalah, film, buku, dan televisi miliknya. James Fallows, seorang pengamat media mengatakan kekaisaran media Murdoch telah mensinkronisasikan produksi, publisitas, dan dukungan; “mereka menyuplai isi (content) film-film produksi Fox (Titanic, The Full Monty, There’s something about Mary), acara Fox TV (The Simpsons, Ally Mc Beal, When Animals Attack), siaran olahraga yang dikuasai Fox, plus koran dan buku. Mereka menjual isi kepada publik dan pengiklan di koran, di jaringan siaran, di saluran TV kabel. Dan mereka mengoperasikan sistem distribusi yang mendistribusikan isi media ke konsumen.” Sistem satelit Murdoch mendistribusikan isi News Corp di Eropa dan Asia.

Inilah beberapa Media Massa yang dikuasai oleh "Si Raja Media", Ruppert Murdoch:

  • News Limited (Australia)
  • The Sun (inggris)
  • The News World (Inggris)
  • Sky Television (Inggris)
  • San Antonio Express News (Amerika)
  • Supermarket Star (Amerika)
  • New York Post (Amerika)
  • 20th Century Fox (Amerika)
  • Metro Media (Amerika)
  • Star TV (Asia)
  • My Space (Amerika)
  • Antv (Indonesia)



Jumlah media massa yang dikuasai telah lebih dari 10 media massa di seluruh dunia.

Siapa saja tokoh-tokoh dunia yang menguasai Industri media?
  • Barry Diller saat ini adalah Chairman dan Senior Executive InterActiveCorp (IAC). Perusahaan inilah yang menelurkan Fox Broadcasting Company dan American Broadcasting Company. Bukan hanya itu, IAC merupakan perusahaan media yang menelurkan sedikitnya 50 brand situs online yang kini telah tersebar di 40 negara di dunia.
  • William Randolph Hearst, sang raja media abad 19 (Bagdikian, 2004: 37)
  • Gerald Levin – Pemilik AOL Time Warner dengan jumlah pekerja 39 ribu dan pendapatan saban tahun USD 31,8 miliar atau setara Rp 308,5 triliun. Hari perdana di 2001 menandai penggabungan perusahaan terbesar sepanjang sejarah setelah America Online (AOL) dan Time Warner menjadi perusahaan media terbesar sejagat. AOL memiliki 27 juta pelanggan. Mereka menghabiskan 84 persen waktu mereka menggunakan Internet hanya di AOL, seperti dilansir theunjustmedia.com.
  • Michael D. Eisner – The Walt Disney Company juga seorang Yahudi. Konglomerasi memiliki 120 ribu karyawan ini menuai USD 23,4 miliar (Rp 227 triliun) per tahun.Perusahaan ini di antaranya menaungi The Disney Channel beroperasi di delapan negara dan ESPN siaran mereka mencakup 165 negara di Asia, Eropa, dan Amerika Latin. Mereka mempunyai sejumlah tempat hiburan Disneyland di sejumlah negara.
  • Bertelsmann AG adalah konglomerasi dengan 64.800 pekerja dan menghasilkan USD 16,3 miliar (Rp 158 triliun) tiap tahun. Perusahaan induk ini milik Dr Thomas Middlethof. Yang menarik, Bertelsmann cabang Jerman sejak 1921 merupakan penyumbang dana terbesar buat pasukan elite Nazi, SS (Schutzstaffel) berarti skuadron pelindung. Mereka juga menjadipencetak seluruh dokumen selama rezim Adolf Hitler berkuasa.
  • Sumner Redstone lahir dengan nama Murray Rothsteinmempunyai Viacom. Konglomerasi ini mempekerjakan 126.810 karyawan dengan penghasilan tahunan USD 12,6 miliar (Rp 122,2 triliun). Viacom melanggar sejumlah beleid soal kepemilikan media setelah membeli jaringan televisi CBS. Sepekan kemudian, Senator John McCain yang pro-Israel mengusulkan undang-undang itu diubah.
  • Rupert Murdoch – News Corporation juga ikut menguasai media dunia. Konglomerasi kepunyaan Rupet Murdoch ini mempekerjakan 50.820 orang dan berhasil meraup USD 13,5 miliar (Rp 130,8 triliun) saban tahun.
  • Jean Marie Messier – Pemilik Vivendi Universal. Karena perusahaan anyar, belum diketahui soal jumlah karyawan dan pendapatan per tahun. Konglomerasi ini untuk menyaingi AOL Time Warner.

Bagaimana teknologi komunikasi mendukung kerja korporasi diberbagai Negara secara terpisah?

Teknologi komunikasi mendukung kerja korporasi diberbagai negara secara terpisah, terbukti dengan adanya kantor virtual (virtual office). virtual office  beranggotakan tim-tim yang saling bekerja sama yang disebut dengan tim maya atau tim yang terpisah secara geografis. Mereka bekerja diseluruh waktu, ruang dan dengan batas-batas organisasi diperkuat oleh link webs komunikasi teknologi. Karena terpisah secara geografis, maka organisasi boleh menyewa dan mempertahankan orang-orang terbaik tanpa memperhatikan lokasi. Anggota tim virtual berkomunikasi secara elektronik, sehingga mereka mungkin tidak pernah bertemu dan bertatap muka. Namun sebagian besar tim akan bertemu pada suatu waktu. Virtual tim ini tidak berarti teleworker karena banyak timvirtual dalam organisasi terdiri dari karyawan, baik yang bekerja di rumah maupun kelompok-kelompok kecil dikantor. Atau bisa juga seperti contoh berikut ini dengan berkembangnya teknologi maka kita dapat bekerja dengan partner kita walaupun kita tidak berada di satu tempat atau ruangan yang sama. Contohnya adalah Goal.comyang jurnalisnya tersebar di beberapa Negara. Server yang terletak di satu Negara mempermudah akses para karyawanna untuk menginput data yang kemudian diolah dan outputnya adalah seperti yang kita lihat pada tampilan websitenya.

Berapa banyak korporasi media massa yang ada di Indonesia?
  1. Di bidang pertelevisian, selain jaringan TVRI, terdapat 11 (sebelas stasiun televisi swasta, yaitu RCTI, MNCTV, SCTV, ANTV, INDOSIAR, METRO TV, TRANSTV, TRANS7, tvOne, GLOBAL TV dan NET.TV . Di samping itu kini telah beroperasi 7 televisi berlangganan satelit, 6 televisi berlangganan terrestrial, dan 17 televisi berlangganan kabel.
  2. Dunia penyiaran radio pun mengalami kemajuan meskipun tidak sepesat televisi. Hingga akhir tahun 2002, terdapat 1188 Stasiun Siaran Radio di Indonesia. Jumlah itu terdiri atas 56 stasiun RRI dan 1132 buah Stasiun Radio Swasta.
  3. Perkembangan industri dan bisnis penyiaran juga telah mendorong tumbuh pesatnya bisnis rumah produksi (Production House/PH). Sebelum krisis ekonomi, tercatat ada 298 buah perusahaan PH yang beroperasi di mana sekitar 80% di antaranya berada di Jakarta. Pada saat krisis, khususnya antara tahun 1997-1999, jumlah PH yang beroperasi menurun drastis sampai sekitar 60%. Pada tahun 2003, bisnis PH secara perlahan kembali bangkit yang antara lain didorong oleh peningkatan jumlah televise swasta. Kebutuhan TV swasta akan berbagai acara siaran, mulai acara hiburan sampai acara informasi dan pendidikan, banyak diproduksi oleh PH lokal.

Unsur persaingan apa yang sekarang dilakuka media massa?

Unsur persaingan bisnis media antara lain dengan konsolidasi media yang artinya 2 buah perusahaan yang bergabung bubar dari hukum dan gantinnya didirikan perusahaan yang baru yag mengambil alih aset hak dan kewajiban sehingga mampu menjadi perusahaan media besar.Pemusatan media mempengaruhi hubungan dua jenis organisasi media dengan 1 konglomerat didalamnnya. Adapun dalam persaingannya menumbuhkan 2 integrasi yaitu:

  1. Integrasi Vertikal = Menunjuk kepada kepemilikan satu orang pemilik media yang menguasai segala aspek bidang usaha mulai  dari produksi,distribusi,contohnya : perusahaan film berintegrasi vertikal dengan pencari bakat,bioskop, studio dll
  2. Integrasi Horizontal = Proses kepemilkan modal yang membeli berbagai  perusahaan bergerak dibidang berbeda,luar media,konglomerasi media,dilihat lewat kepemilikan perusahaan majalah, statsiun televisi,dll oleh orang yang sama

Atau ada pada periklanan dan media online. Media massa berlomba lomba membuat acara hiburan sekreatif mungkin agar banyak perusahaan lain yang mengiklankan produknya pada media massa tersebut, sehingga berimbas pada pendapatan media massa tersebut yang meningkat.

No comments:

Post a Comment